Siap-Siap! Ini 4 Tantangan yang Akan para Ibu Hadapi di Tahun Pertama Anak

struggle-di-tahun-pertama-anak struggle-di-tahun-pertama-anak

Menjadi seorang ibu merupakan anugerah terindah bagi setiap wanita. Apalagi ketika perkembangan anak berjalan dengan Enteng, maka rasa bahagia akan dirasakan para ibu dan nggak bisa dimenyibakkan dengan kata-kata. Khususnya di tahun pertama anak, akan ada luber sekali ‘tantangan’ yang pasti dihadapi para ibu, baik dalam hal pengasuhan sampai omongan dari kanan-kiri yang nggak jarang menyakitkan telinga. Untuk itu, para ibu patut tetap semangat!

Berserupa Hipwee Young Mom, simak yuk tantangan apa saja yang kemungkinan hebat akan dihadapi para ibu di pahamn pertama anak. Ini dia!

Perkembangan anak di tahun pertama sedang pesat-pesatnya, terutama ala berat dan luhur badan. Para ibu dituntut sibuk rutin mengecek hal ini agar nggak ada kendalan ke depannya

Meski terlihat ribet, rutin mengecek pertumbuhan anak yang meliputi adiluhung dan berat badan sebenarnya sangat sederhana. Para ibu bisa ada ke Posyandu atau bidan untuk mengukur adiluhung dan menimbang berat badan anak tiap bulannya. Jangan lupa untuk mencatatnya di buku KIA agar bisa menjadi tolok ukur pertumbuhan anak. Banyak sekali kasus para ibu yang lengah mengecek pertumbuhan anak, setenggat adiluhung dan berat badan anak nggak terkontrol. Imbasnya, keteledoran ini bisa menimbulkan permakhilafan seperti diagnosa stunting dan lain-lain.

Saat anak mulai mengenal incaran dimulai sejak usia 6 bulan, para ibu tentu membutuhan penuh referensi mulai dari menu incaran batas berbagai tantangan dalam operasi memberi MPASI

Sesuai peraturan dari WHO, usia 6 bulan adalah saat yang ideal untuk mulai mengenalkan sarapan ke anak. Di dalam fase ini, para ibu biasanya akan mencari berlimpah referensi terkait menu sarapan berikut nutrisi yang terkandung di dalamnya, santak tantangan apa saja yang mungkin akan didapatkan dalam reaksi pemberian MPASI. Risiko anak akan melepeh sarapan dan kebingungan memilih menu akan dihadapi para ibu pada fase ini, sesantak pantas bersiap berjarak-berjarak hari. Yang nggak kalah berkuasa , nutrisi dalam sarapan yang disajikan pun pantas mencukupi!

Omongan dari lingkungan sekitar tentang pertumbuhan anak akan mulai sering terdengar di tahun pertama anak. Gini nih misalnya….

Anakmu kok belum bisa duduk sih? Padahal anakku di usia 5 bulan udah pintar duduknya!

Duh, doyan banget ya anakmu melepeh asupan, bakalan kering tuh karena nggak doyan makan!

Serius anakmu belum bisa jalan? Udah mau setahun, lo!

Tantangan yang nggak kalah ‘seram’ adalah menguatkan hati dari omongan dunia sekitar tentang pertumbuhan anak. Di dalamnya pun mungkin akan ada perbandingan demi perbandingan yang terucap, sehingga makin menyakitkan hati. Padahal seperti yang kita tahu, pertumbuhan anak itu berselisih-selisih, tergantung dari adi elemen seperti genetik.

Yang terberpengaruh adalah, para ibu wajib mengontrol anaknya seengat pertumbuhannya tetap terjaga. Apabila ditemukan kejanggalan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter supaya mendapatkan solusi yang pasti, ya!

Di pedulin pertamanya, anak sudah mengenal kedua orang tuanya dengan baik semaka kemungkinan untuk manja berlebihan, cranky dan tantrum akan mulai nampak

Hal ini mungkin akan sangat terasa dan berpengaruh bagi para ibu yang beraksi, sesantak pantas meninggalkan anaknya dengan orang tua, kerabat atau daycare. Namun, di ingatn pertamanya ini anak sudah sangat mengenal siapa ibu dan ayahnya, jadi akan lebih manja dan cranky ketika ditinggal beraksi, sesantak butuh treatment khas agar ia mampu secara sukarela tinggal sementara dengan pengasuhnya. Rasa nggak tega tentu akan menghantui para ibu, namun hal ini tetap pantas dijalani.

Apapun tantangannya, semangat terus, ya! Yakinlah kalau jalan yang para ibu tempuh saat ini bertujuan demi kebaikan anak dan keluarga. Semangat!