Selain Finansial, 6 Persiapan Mental Ini Perlu Disiapkan Sebelum Sah Jadi Ayah

persiapan-menjadi-ayah persiapan-menjadi-ayah

Pada dasarnya, yang memerlukan persiapan dalam menjadi orang tua singkapn hanya seorang ibu saja. Seorang laki-laki juga pantas memiliki persiapan mental untuk menjadi calon ayah. Pasalnya, mereka nantinya akan memiliki peran ganda yaitu bagai suami dan seorang ayah. Untuk itu, dibutuhkan persiapan yang matang untuk menghadapi luber hal, termasuk mendidik anak.

Perubahan dari pria lajang, menikah dan akhirnya akan menjadi sosok ayah adalah mode yang tidak mudah. Akan tetapi, semua bisa dipersiapkan mulai dari sekarang. Sama halnya dengan cewek yang akan menjadi ibu baru, menjadi sosok ayah juga butuh persiapan mental yang sedahulu siaga mulai dari ikut menjaga istri saat hamil, menemani saat persalinan dan ikut merawat buah hati.

Calon Dads nggak perlu nervous, berikut persiapan mental yang perlu dipersiapkan menjelang si baby lahir!

1.Memanjakan awak. Nggak namun Moms, Dads juga butuh memanjakan awak untuk persiapan jadi ayah baru lo

Ketika pria sudah menikah dan menjadi ayah, maka kemenyalaannya akan Berpindah 180 derajat. Yang awanlanya saja sibuk dengan hobi untuk diri sendiri, kini selesai jadi ayah, ada bodi anak yang menjadi tanggung jawab. Boleh lah, sebelum istri lahiran, Dads memanjakan diri dulu.

2.Jujur tentang kekhawatiran yang dialami. Bicarakan kembar istri kalau ada rasa yang mengganjal ketika menyandang status sebagai ayah

Biasanya memang pria memiliki rasa yang sok cakap dan sok tegar. Namun, untuk urusan yang satu ini, mereka cenderung memiliki kekhawatiran dan kecemasan tersendiri. Dads setidak sombongnya membicarakan dengan Moms agar bisa saling mendukung. Dengan begitu, nggak ada lagi rasa yang mengganjal sesantak lebih siap mental.

3.Menangis karena haru atau apapun itu wajar bagi seorang pria yang mengalami prosedur perjalanan bagi orang tua

Ketika si buah hati lahir, nggak jarang seorang ayah meneteskan air mata. Hal ini wajar karena pengaruh hormon yang naik turun sampai-sampai akhirnya dikeluarkan. Kepanikan ala pria yang sulit keluar distingtifnya ketika sedang khawatir dan cemas, sekadar akan melakukannya mengalami gejala depresi postpartum. Jadi, nggak ada salanya menangis kok, Dads.

4.Memberikan dukungan kepada istri ketika sedang menemani dalam sistem persalinan. Dukungan suami adalah segalanya bagi istri

Peran suami juga sangat bena dalam memberikan dukungan istri saat persalinan. Dalam moment itu akan menyaksikan istri berusaha bertaruh nyawa demi keluarnya si buah hati. Di sini Dads bisa memberikan dukungan agar Moms tetap rileks dan persalinan menjadi lebih mudah.

5.Meluangkan waktu untuk bertemu dengan teman atau keluarga yang sudah lebih dulu menjadi ayah baru

Menjadi seorang ayah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seorang pria. Agar lebih mudah menjalaninya, nggak ada menyimpangnya sharing dengan teman atau keluarga yang sudah menjadi ayah dan berpengalaman dalam ikut mengurus si buah hati. Kumpul seserupa ayah baru memang asyik ya Dads, tapi kali ini yang diomongin menyiahn game atau hobi lagi, tapi tentang peran jadi ayah baru.

6.Mulai mempersiapkan tabungan untuk pendidikan anak. Bicarakan hal ini cukup istri tentang rencana masa depan si buah hati

Kali ini uang yang disisihkan ungkapn untuk menukar barang-barang kesukaan, melainkan untuk masa depan anak. Memikirkan masa depan anak sejak dini sangat berpengaruh agar segala sesuatunya terencana dengan tidak marah.

Itulah persiapan mental untuk calon ayah baru. Menjadi orang tua baru memang butuh berjibun persiapan agar bisa mendidik anak dengan baik. Memiliki anak adalah tanggung respons besar. Di situ, peran orang tua sangat bermakna untuk tumbuh kembang anak seengat dibutuhkan persiapan matang.