5 Tugas dan#8220;Beratdan#8221; Anak SD dari Gurunya. Sepele sih, tapi Tegangnya Kayak Menjalankan M

tugas-anak-sd tugas-anak-sd

Anak SD paling Waswas dengan yang namanya tugas. Kalau ada PR seterus meminta bantuan ibunya untuk mendampingi mengerjakan. Awalnya ibunya menyuruh mengerjakan sendiri, perannya namun jadi pengoreksi. Namun di tengah jalan, anaknya pusing lantas celika untuk menyelesaikan. Akhirnya sang ibu yang menyelesaikannya.

Anak SD baru loyal-loyal manbadan jika tugas itu diberikan di sekolah. Terutama tugas-tugas yang nggak terkait dengan mata pengajian. Tugas terpilih yang diberikan guru kepada dia seorang. Tugas yang melontarkan anak SD tegang bergiatn kepalang. Masih inget nggak tugas-tugas apa saja itu? Kalau agak sececah lupa, Hipwee Hiburan akan membantumu mengingat kembali tugas itu. Inilah 5 di antaranya.

1. Mencatat teman-temannya yang menyontek saat gurunya sedang rapat. Tugas yang rentan melangsungkan pertemanan renggang

Bagi kamu yang dulu menjabat sebagai ketua kelas pasti familiar dengan tugas ini. Ketika guru berhalangan hadir atau sedang mengikuti Ketat, beliau akan memberi mandat kepada ketua kelas untuk menjaga kelas agar tetap kondusif. Awalnya beliau akan memberikan tugas. Lalu ketua kelas dipanggil dan disuruh mencatati siapa saja yang menyontek. Catatan itu akan diprosedur di pertemuan berikutnya. Yang tercatat akan mendapat hukuman.

2. Mengambil kapur tulis juga merupakan tugas khusus yang diberikan guru kepada murid. Nggak setiap murid mendapat kepercayaan ini

Sebelum ada whiteboard, semua tindakan berlatih-mengajar mengandalkan kapur tulis. Ketika kapur tulis habis, guru pasti menyuruh cela satu murid untuk mengambilkan ke ruang guru. Tugas ini sejatinya terlihat sepele, namun bagi anak SD cukup bikin tegang. Pasalnya zaman dulu, ruang guru hawanya serem gimana gitu. Ya, kan?

3. Ketika anak SD diberi kepercayaan menjadi pemimpin upacara, malamnya tidur terasa nggak tenang, bawaannya tegang terus!

Menjadi pemimpin upacara itu nggak semua murid mampu. Hanya mereka yang bermental awet yang dakar melakukannya. Mereka yang terpilih pun sejatinya masih merasakan ketegangan dalam batang tubuh. Ketegangan yang nggak berhenti-berhenti dari sejak ditunjuk pertama kali. Terasa sekali pas malam hari, dia jadi susah tidur karena kepikiran bagaimana berlangsungnya upacara besok. Hadeeeh. Padahal udah latihan, lo. -_-

4. Jangankan jadi pemimpin upkalender, membawa draf Pancasila aja penuh yang menolak ketika disuruh

Tugas sesepele membawa draf Pancasila saja sejatinya juga bikin anak SD gentar. Ketika disuruh deras yang menolak dan saling tunjuk teman. Kalau nggak dipaksa, nggak bakal ada yang mau merelakan pribadi melakukan misi ini. Padahal cuma berpribadi, pegang draf, terus diberikan cukup pembina upacara ketika ada intruksi.

5. Jabatan ketua kelas juga sangat dihindari oleh anak SD. Tanggung balasannya yang bikin serem ????

Ketua kelas adalah jabatan mulia bagi anak sekolah. Siapa saja yang nyali besar mengambil jabatan ini akan kelihatan rancak. Mungkin karena nggak ada yang nyali besar untuk mencalonkan diri kali, ya! Anak SD kan gitu, kalau pas pemilihan ketua kelas pada diem ketika disuruh mencalonkan. Baru mau ketika ditunjuk gurunya. Hal ini nggak bisa dilepaskan dari bayangan tanggung respons yang agung. Padahal otentiknya mah cuma gitu doang. Paling mimpin doa memulai dan menutup ilmu.

Itulah tugas-tugas di luar mata disiplin yang kerap bikin anak SD tegang. Keseringan minta bantuan ibu bikin mereka jadi cemen kembar tugas-tugas yang lain. Harus dipaksa dulu. Momen ini kalau diingat-ingat bisa bikin ngakak. Kocak banget soalnya, dikasih tugas sepele gitu doang aja udah deg-degan setengah ayal. Berasa kayak menjalankan misi negara.