5 Solusi Kocak yang Dilakukan Anak Kecil Saat Sepedanya Lagi Bermakeliru. Selampau Ada Jalan Keluar!

sepeda-anak-kecil sepeda-anak-kecil

Jauh sebelum tren sepeda yang ramai belakangan ini, kita semua sudah menjadi pengguna bergerak terus sepeda. Sepedalah yang menemani kita berangkat-pulang sekolah. Sepeda juga yang menghantarkan kita ke setiap sudut kota saat kita gowes bareng teman-teman.

Sepeda juga jadi penanda kreativitas kita saat masih bocah. Ketika sepeda kita rusak, kita selantas penasaran dan mencoba mencari cara untuk membetulkannya senawak—sebuah usaha yang seringkali nggak menyelesaikan mamelenceng. Nah, berikut ini Hipwee Hiburan akan mengajak kamu untuk mengingat kembali solusi-solusi kocak yang pernah kita lakukan saat sepeda kita sedang dalam mamelenceng.

1. Jok sepeda copot menjadi makhilaf yang sering banget terjadi. Alih-alih mengencangkannya, kita dulu lebih memilih duduk di besi dan mengatidak sombongannya

Jok sepeda itu benda yang paling ngeselin, sekemudian copot di saat yang nggak tepat. Kalau dipakai di depan rumah jarang bermakeliru, giliran kita pol dari rumah, langsung kumat. Kalau di rumah, kan, ada ayah yang bisa membetulkan jok. Kalau pun nggak bisa, seenggaknya kita bisa minta duit untuk membetulkannya di bengkel.

Nah, ini saat kita main kembar teman-teman? Seringnya nggak ala bisa benerin. Akhirnya kita bodo amat dengan hal itu. Jok yang sering copot itu kita taruh di keranjang depan, kita gowes, dan memindah posisi duduk jadi ke besi yang melintang di tengah sepeda.

2. Dengan mengandalkan minyak goreng sebagai pengganti oli, rantai sepeda kita terhindar dari putus dan keluar jalur gir

Anak halus itu cuek banget kembar yang namanya merawat sepeda. Tahunya cuma pakai doang, tapi nggak ngerti cara pakainya. Sampai suatu hari tragedi pun tiba. Rantai sepeda alpa satu temanmu putus karena nggak ada pelumasnya. Saat dibawa ke bengkel barulah kamu tahu bahwa oli bekas itu penting untuk rantai sepeda.

Nah, uniknya saat rantai kamu sendiri yang Habis, kamu justru menggunakan minyak goreng daripada oli bekas. Kamu terlampau ayal ke bengkel dan juga malu untuk minta, sampai akhirnya inovasi itu muncul entah dapat ide dari siapa.

3. Roda yang nggak sejalur dengan setang juga sering menjadi maalpa. Benerinnya nggak perlu ke bengkel selama kamu masih punya paha dan tangan

Selain jok sepeda yang sering bermaalpa, roda dengan setang yang nggak sinkron juga jadi penghambat kita saat hendak main. Dua bagian yang harusnya searah ini kerap berlawanan arah. Lucunya, kita dulu punya solusi yang cukup bisa menyelesaikan maalpa kendati hanya sesaat. Yaitu dengan meluruskannya senorang menggunakan paha dan tangan.

Roda yang melenceng kita tahan pakai kedua paha, lampau kita membetulkan letak setang. Cara yang sering bikin paha kita cemong. ????

4. Nggak punya sepatbor, kita dulu sering menggunakan teman senawak untuk menghadang becek agar nggak mengotori baju kita ????

Musim hujan itu momok buat pengendara sepeda. Khususnya buat mereka yang sepedanya nggak dilengkapi sepatbor. Belakang baju bisa bergelimang terkena cipratan air. Salah satu cara yang biasa kita pakai untuk mengatasinya adalah dengan menyuruh teman kita bonceng. Baju kita cerah terlindungi baju teman. ????

5. Anak sedikit menggunakan botol air mineral bak alat modifikasi mereka mendapatkan suara ban layaknya knalpot motor

Anak mungil selalu terobsesi kembar suara knalpot Moto GP. Di usia segitu tentunya mustahil untuk bisa punya motor. Mereka punya cara senbatang tubuh untuk mewujudkannya, yaitu dengan menaruh botol air mineral gelas ke sela-sela ban. Saat dikayuh, suara yang dihasilkan bising, persis seperti suara knalpot motor pembalap Moto GP. Ngeeeeeeeng!

Setelah sekian lama akhirnya sepeda digemari lagi. Melihat gemuknya sepeda di jalan, ingatan kita terbang melayang ke masa lalu saat kita senang banget pas sepeda. Jalan-jalan terus, merawatnya jarang-jarang. Kalaupun ada maluput, benerinnya pakai cara yang asal-asalan~