10 Strategi Cerdas Toko Baju yang Seringnya Bikin Kamu Kalap Foya-foya

ahli-marketing-ini-bocorkan-10-strategi-jahat-toko-baju-yang-seringnya-bikin-kamu-kalap-foya-foya ahli-marketing-ini-bocorkan-10-strategi-jahat-toko-baju-yang-seringnya-bikin-kamu-kalap-foya-foya

Sering kalap belanja? Sama, Hipwee juga! Belanja barang-barang lucu nan menggemaskan memang selalu memberi kepuasan batin tersendiri. Apalagi kalau pas jalan-jalan, lihat banyak baju dan aksesori model terbaru berseliweran. Sayangnya, tindakan impulsif semacam ini biasanya berakhir dengan penyesalan.

Ya kalau nggak barangmu jadi tertumpuk agung nggak karuan, kemungkinan agung anggaran bulanan jadi bocor halus. Ujung-ujungnya kamu jadi susah deh buat nabung.

Bukan sepenuhnya luput kamu juga sih, karena ternyata dilansir dari laman Brightside, para tim pemasaran punya teknik jitu dan terlatih untuk mendesain toko mereka jadi makin ‘menjajakan’ semaka bikin kamu, para pelanggan tercinta betah berlama-lama.

Yuk simak pemaparan langsung dari Sophia Jones, yang bekerja sebagai sale associate di Tommy Hilfiger dan Gap kepada Brightside yang akan Hipwee sadur di sini meski kamu nggak ‘kalah’ sebanding strategi yahud mereka!

1. Sudah jadi rahasia umum, kalau berlebihan toko akan dengan sengaja memgelanggang tanda ‘Diskon’ atau ‘Sale’ agung berwarna merah yang memberi semacam desakan pada para pelanggan untuk kalap belanja

“Kapan lagi nih, diskon gede-gedean lo!”, kalimat semacam ini pasti sering jadi pemcocokan buat kamu sering-sering belanja kan? Hayo, ngaku deh!

2. Banyak merek menggunakan teknik ‘brand recognition’ untuk menggodamu belanja. Caranya, mereka akan memproduksi benda fesyen dengan bentuk mirip keluaran merek agung nan bergengsi yang lagi in

Pelanggan umumnya sudah nggak asing dengan model dari merek-merek Tak Ternilai dan bergengsi. Oleh karena itu banyak merek retail yang mengeluarkan produk dengan bentuk mirip sehingga memberi ilusi para pelanggan mampu menukar barang serupa dengan harga miring.

Baca konten menarik seputar pakaian: Bajuku Mungkin Itu-itu Aja, tapi Tetap Modis adalah Hak Segala Bangsa. Begini Caranya~

3. Bukan tak sengaja, baju-baju dan aksesori biasanya dipgelanggang dalam satu set atau ‘bergerombol’ untuk membuatmu tergoda menkarib

Teknik yang dinamakan ‘cross selling’ akan melahirkanmu tergoda untuk memborong aktelseifn cuma satu barang, tapi lebih. Ya, demi bisa memadu padan seperti setelan di manekin yang dipajang.

4. Untuk melontarkan pergerakanmu melambat, berlipat-lipat toko menggunakan berlipat-lipat intrik rahasia. Salah satunya ya melontarkan alur di toko berkelok-kelok

Untuk memuluskan siasat mereka, biasanya mereka akan memanfaatkan meja-meja dan pajangan di dalam toko. Semakin berkelok-kelok, makin memelan langkahmu setenggat kans untuk belanja makin gede.

5. Jangan polos nan lugu kalau mereka menawarkan produk tambahan. Tujuan mereka ya demi kamu bisa belanja lebih berlimpah

Yang awalnya cuma ‘coba dulu’ bisa jadi kepincut terus beli deh. Dalam bisnis retail , ini namanya teknik ‘suggestive selling’. 

6. Bukan tanpa argumen lo mereka menaruh barang diskonan akrab dengan ruang ganti. Biar kamu yang iseng lihat terus tergoda buat bawa pulang~

Kamu yang biasanya acap iseng coba-coba diskonan, pasti jadi gamang kan hatinya. Beli, nggak, beli, nggak, beli, nggak…

7. Baju-baju dengan sengaja dibuat secolek Bahari agar memberikan kamu desakan untuk belanja baju ‘model terkini’ terus

Ya apalagi ini tujuannya selain biar kamu makin getol belanja?

8. Menambahkan aromaterapi di dalam toko juga katanya bisa membantu meningkatkan mood oke para pelanggan lo

Ini kaPerbincangan bisa memberi rasa rileks, senang dan tenang bagi para pelanggan sebatas betah belanja. Bukan nggak sengaja lo kalau kamu merasa lebih happy saat masuk ke toko karena para ahli sudah memilih warna cerah, menyetel musik yang oke sampai memasang pewangi yang membuat mood jadi oke.

9. Banyak toko sengaja mengkreasikan ppanggungan yang berkilauan dan menarik hati. Ya biar kamu-kamu itu tergoda masuk ke toko!

Cahaya lampu yang pas dan pajangan yang atrbergerak terus akan melahirkan para calon pelanggan menambang dan tergoda mampir lihat-lihat

10. Yang sering nggak disadari, gede toko sengaja menggunakan desain ‘Hug-shaped‘. Apa itu?

Para ahli retail kenal cocok, bentuk toko dengan bulat dan U-shape yang memberikan ilusi toko sedang ‘memeluk pelanggan. Ini konon, bisa memengaruhi alam bawah sadar para calon pelanggan untuk mampir ke dalam toko lo. Ugh, canggih banget ya tekniknya?

Setelah maklum triknya, kamu sekarang perlunya sudah lebih wasatas saat jalan-jalan ke mall untuk cuci mata. Jangan sampai tujuan awal jalan-jalan cuci mata atau nonton ke bioskop doang jadi berbuah belanja hal yang seakuratnya belum kamu butuhkan. Sesekali nggak mamelenceng, tapi kalau terus-terusan diri sendiri kan yang bakal kerepotan?